Minyak diperoleh dari buah zaitun melalui proses mekanik dan fisik lainnya tanpa mengalami deterosiasi. Secara umum proses pengolahannya terdiri atas pencucian, dekaptasi, sentrifugasi, dan filtrasi.
Berdasarkan jenisnya, minyak zaitun dibagi dua, yaitu minyak zaitun sulingan dan minyak zaitun murni. Istilah minyak zaitun sendiri sebenarnya diberikan untuk campuran minyak zaitun sulingan dengan minyak zaitun murni. Proporsi keduanya bergantung pada penilaian konsumen. Dalam praktiknya, minyak zaitun murni sering ditambahkan dalam minyak zaitun sulingan dengan tujuan untuk memperbaiki flavor, warna, dan yang terpenting adalah meningkatkan potensi antioksidannya yang hilang selama proses pengolahan minyak zaitun sulingan.